Social Icons

Facebook  Twitter  Google+

Pages

Jumat, 20 Maret 2015

Sejarah Perkembangan Bakso Di Indonesia



Bakso adalah daging olahan yang berbentuk bola dengan berbagai ukuran yang merupakan salah satu makanan khas Indonesia. Bakso umumnya terbuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka. Tetapi pada perkembangannya, saat ini terdapat pula bakso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang bahkan daging kerbau. Dalam penyajiannya, bakso umumnya disajikan panas-panas dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur mie, bihun, taoge, tahu, kadang bahkan dengan telur yang ditaburi bawang goreng dan seledri. Bakso adalah salah satu jenis masakan yang sangat populer dan dapat ditemukan di seluruh Indonesia; dari gerobak pedagang kaki lima hingga restoran besar. Saat ini, berbagai jenis bakso ditawarkan dalam bentuk makanan beku yang dijual di pasar swalayan ataupun mal-mal. Irisan bakso seringkali dijadikan pelengkap jenis makanan lain seperti mi goreng, nasi goreng, atau cap cai.

Bakso berasal dari seni kuliner Tionghoa Indonesia. Hal ini diketahui dari istilah 'bakso' itu sendiri yang berasal dari kata “Bak-So”. Dalam Bahasa Hokkien berarti 'daging babi giling'. Akan tetapi, karena kebanyakan penduduk Indonesia adalah muslim, maka bakso di Indonesia umumnya terbuat dari daging sapi, ikan, atau ayam, yang halal bagi umat muslim. 

Kebanyakan penjual bakso adalah orang Jawa dari Wonogiri dan Malang. Tempat yang terkenal sebagai pusat Bakso adalah Solo dan Malang. Bakso Malang dan bakso Solo adalah masakan bakso dan disajikan dengan khas Jawa, sehingga memiliki cita rasa khas tersendiri yang berbeda dengan bakso dari China. Bakso China biasanya terbuat dari babi atau makanan laut dan warnanya agak kecokelatan serta bentuknya tidak bulat sekali. Sedangkan bakso di Indonesia yang terbuat dari daging sapi, berwarna abu-abu dan bentuknya bulat sekali. 

Di Indonesia saat ini, bahkan telah dikenal berbagai variasi berdasarkan jenis daging dan cara penyajiannya. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut;

  • Bakso urat: bakso yang diisi irisan urat atau tendon dan daging tetelan kasar
  • Bakso bola tenis atau bakso telur: bakso berukuran bola tenis berisi telur ayam rebus
  • Bakso gepeng: bakso berbentuk pipih
  • Bakso ikan: bakso berbahan daging ikan
  • Bakso udang: bakso berbahan dari udang
  • Bakso Malang: hidangan bakso dari kota Malang, Jawa Timur; lengkap dengan mi kuning, tahu, siomay, dan pangsit goreng. Pedagang bakso Malang yang terkenal adalah Henky Eko Sriyantono pemilik Bakso Malang Kota Cak Eko.
  • Bakso Karimunjawa atau lebih dikenal Bakso Ikan Ekor Kuning adalah bakso yang bahannya berasal dari Ikan Ekor Kuning.
  • Bakso Solo dan Bakso Wonogiri: hidangan bakso yang berasal dari Solo dan Wonogiri, bentuknya lebih kecil dari bakso Malang dan tidak selengkap bakso Malang. Tetapi bakso Solo dan Wonogiri memiliki rasa khas sapi yang kuat. Bakso Solo dan Wonogiri terdapat campuran irisan daging sapi atau tetelan. Pedagang bakso Wonogiri yang terkenal adalah Ki Ageng Widyanto Suryo pemilik Bakso Lapangan Senayan.
  • Bakso keju: bakso resep baru berisi keju
  • Bakso bakar: bakso yang diolesi bumbu khusus dan dibakar langsung (tanpa arang) dan disediakan bersama potongan ketupat dan kuah kaldu yang hangat dan bumbu kacang. Biasanya bumbu oles sebelum dibakar merupakan salah satu yang menentukan enak atau tidaknya bakso bakar.
  • Bakso kerikil : bahan daging relatif sama dengan bakso-bakso pada umumnya, namun ukuran bakso ini lebih kecil hingga disebut bakso kerikil.
  • Bakso Balungan: bahan dasarnya tulang
  • Bakso Unyil: bahan dasarnya daging sapi digiling tetapi ukuran bulatannya seukuran kelereng
  • Bakso tahu goreng (disingkat Batagor): bahan dasarnya daging sapi; penyajian dikombinasi/dicampurkan dengan tahu goreng. Bakso jenis ini banyak dijumpai di kota Bandung, Jawa Barat.

Dalam proses pembuatannya, bakso dicampur dengan boraks atau bleng untuk membuat tepung menjadi lebih kenyal mirip daging serta lebih awet. Hal ini membuat bakso pernah dianggap makanan yang kurang aman oleh BPOM. Menurut, BPOM mengingatkan bahwa mengonsumsi makanan berkadar boraks tinggi selama kurun 5–10 tahun dapat meningkatkan risiko kanker hati. Karenanya, bakso yang dijual di berbagai pasar tradisional dan pasar swalayan diwajibkan bebas boraks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates